LAPORAN HASIL PENGAMATAN INTENSITAS CAHAYA DALAM PERTUMBUHAN TANAMAN KACANG HIJAU

On Senin, 10 Desember 2012 2 komentar


LAPORAN HASIL PENGAMATAN
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DALAM PERTUMBUHAN TANAMAN

A.     Latar Belakang
     Setiap makhluk hidup mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran (volume, massa, dan tinggi) yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali pada keadaan semula), terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel akibat adanya pembelahan sel secara mitosis dan pembesaran sel karena adanya penambahan substansi. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan yang menyertai prtumbuhan, menuju kepada kedewasaan ditandai dengan terspesialisasinya sel ke struktur dan fungsi tertentu.
     Proses pertumbuhan dan perkembangan ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor exsternal. Faktor eksternal memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan. Salah satunya adalah cahaya.
     Oleh karena itu kami tertarik untuk melakukan pengamatan lebih lanjut mengenai Pengaruh Intensitas Cahaya Dalam Pertumbuhan Tanaman.
B.     Tujuan Pengamatan
     Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya dalam pertumbuhan tanaman.
C.     Waktu Pengamatan
     Hari                 : Kamis ̶ Sabtu
     Tanggal            : 12 ̶ 14 Juli 2012

D.     Alat dan Bahan
-          4 biji kacang hijau
-          Kapas basah
-          Kaca objek 2 buah
-          Karet atau Selotip
-          Penggaris
-          Cawan petri

E.      Cara Kerja
-          Biji kacang hijau direndam selama 1 malam
-          Siapkan kapas yang sudah dibasahi dengan air
-          Biji kacang hijau diletakkan di atas kapas basah secara berhadapan
-          Tutup biji kacang hijau dengan kaca objek
-          Ikat dengan karet (tidak terlalu kencang)
-          Setelah itu masukkan ke dalam cawan petri
-          Beri nomor pada kacang hijau (1,2,3,4)



F.      Landasan Teori
a)      Pertumbuhan dan Perkembangan
     Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (volume, massa, tinggi) pada makhluk hidup. Pertumbuhan ini bersifat irreversible (tidak dapat balik) kuantitatif (dapat diukur).
Pertumbuhan pada tumbuhan dapat diukur dengan menggunakan Auksanometer.
     Perkembangan adalah proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju kepada kedewasaan ditandai dengan terspesialisasinya sel ke struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan awal suatu tumbuhan secara garis besar melalui tiga tahp yaitu ;
1)      Pembelahan sel (membentuk jaringan embrional)
2)      Morfognesis
3)      Deferensiasi seluler
yaitu proses yang menjadikan sel memiliki fungsi-fungsi biokimia dan morfologi khusus yang belum dimilikinya.
Pola-pola Pertumbuhan
-          Pertumbuhan Primer
adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas meristem apical. Pada peristiwa ini terjadi proser pembelahan dan diferensiasi sel yang mengakibatkan akar dan batang tumbuh memanjang.
-          Pertumbuhan Sekunder
adalah pertumbuhan yang terjadi akibat aktivitas pembelahan mitosis pada jaringan meristem sekunder (meristem lateral) sehingga mengakibatkan diameter batang dan akar bertambah besar.
Faktor Pertumbuhan
-          Faktor Internal
adalah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri.
Faktor internal antara lain Gen sebagai pembawa sifat dan pengontrol reaksi kimia dan Hormon sebagai regulator pertumbuhan.
Macam-macam Hormon :
1.      Auksin
adalah hormone pertumbuhan, hormone ini yang mempengaruhi pertumbuhan akar, batang dan daun pada tumbuhan yang bekerja berdasarkan konsentrasi auksin terhadap cahaya (fototropisme), artinya kerja auksin akan meningkat apabila konsentrasi cahaya rendah atau sebaliknya.
2.      Giberelin
adalah hormone yang bekerja secara sinergis dengan auksin saat terjadi perkecambahan. Apabila kekurangan akan menyebabkan kekerdilan.
3.      Sitokinin
adalah hormone pertumbuhan yang dapat berinteraksi dengan auksin untuk memacu pembelahan sel (Sitokinesis) .
4.      Gas Etilen
adalah hormon yang apabila bekerja sama dengan auksin akan menyebabkan terbentuknya daerah absisi yang dapat menyebabkan gugurnya daun.
5.      Asam Absisat
diproduksi pada daun, batang dan buah yang masih muda. Kerja hormon ini berlawanan dengan auksin dan giberalin.
6.       Asam Traumalin
hormon ini berfungsi merangsang pembelahan sel pada bagian tumbuhan yang terluka sehingga jaringa yang rusak akan diganti dengan jaringan baru.
7.      Kalin
adalah hormon yang berfungsi merangsang pembentukan organ pada tumbuhan.



-          Faktor Eksternal
adalah faktor dari luar yang mempengaruhi pertumbuhan pada tanaman. Antara lain :

1.      Makanan (Nutrisi)
2.      Air
berfungsi untuk fotosintesis dan mengaktifkan kerja enzim, menjaga  kelembaban, dan membantu perkecambahan biji.
3.      Suhu
-          Optimum = suhu rata-rata dimana tumbuhan dapat hidup dengan baik
-          Mininum = suhu terendah dimana tumbuhan dapat hidup dengan baik
-          Maksimum = suhu tertinggi dimana tumbuhan dapat hidup dengan baik
4.      Kelembaban
kelembaban sangat mempengaruhi aktivitas perpanjangan sel, oleh karena itu sel-sel lebih cepat tumbuh dan mencapai ukuran maksimum.
5.      Cahaya
setiap tumbuhan membutuhkan intensitas cahaya yang berbeda-beda. Tumbuhan yang berada di tempat gelap akan lebih cepat tinggi dibandingkan tumbuhan di tempat terang. Peristiwa ini disebut etiolasi. Etiolasi yaitu pertumbuhan tinggi yang tidak proporsional karena sinar matahari menguraikan auksin sebagai hormone pertumbuhan pada tumbuhan

b)      Fase Perkecambahan
     Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan biji dimulai dengan perkecambahan. Perkecambahan adalah munculnya plantula dari dalam biji.
                       1.         Proses Perkecambahan
Perkecambahan melibatkan proses kimia maupun fisika.
a.     Proses fisika
      Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air (Imbibisi) akibat dari potensial air rendah ada biji yang kering.
b.    Proses kimia
     Air yang masuk untuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormone giberalin.

2.    Macam Perkecambahan
a. Epigeal
     adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang dibawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau ( phaaseulus radiates)
b. Hipogeal
     perkecambahan hypogeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di dalam tanah misalnya pada biji kacang kapri ( pisunsativum).
G.     Hasil Pengamatan
     Kecambah 1 dan 2 diletakkan pada tempat yang gelap sedangkan kecambah 3 dan 4 pada tempat yang terang.

-          Tabel Pengamatan
a.       Pengamatan hari 1 (Gelap)

Kecambah
Daun
Batang
Akar Primer
Akar Sekunder
1
-
7 mm
5 mm
-
2
-
1 cm
5 mm
-

b.      Pengamatan hari 2 (Gelap)

Kecambah
Daun
Batang
Akar Primer
Akar Sekunder
1
5 mm
1 cm
7 mm
3 cabang
2
7 mm
1,5 cm
8 mm
6 cabang

c.       Pengamatan hari 3 (Gelap)

Kecambah
Daun
Batang
Akar Primer
Akar Sekunder
1
1 cm
1,5 cm
1 cm
5 cabang
2
1,5 cm
2 cm
1,5 cm
8 cabang

d.      Pengamatan hari 1 (Terang)

Kecambah
Daun
Batang
Akar Primer
Akar Sekunder
1
-
4 mm
2 mm
-
2
-
5 mm
2,5 mm
-



e.       Pengamatan hari 2 (Terang)

Kecambah
Daun
Batang
Akar Primer
Akar Sekunder
1
2 mm
6 mm
4 mm
2 cabang
2
5 mm
6 mm
4,3 mm
4 cabang

f.       Pengamatan hari 3 (Terang)
Kecambah
Daun
Batang
Akar Primer
Akar Sekunder
1
5 mm
8 mm
7 mm
3 cabang
2
3 mm
7 mm
8 mm
4 cabang

-          Pembahasan
Ternyata kacang hijau yang diletakkan di tempat yang terang mengalami pertumbuhan yang lambat dibandingkan dengan tumbuhan kacang hijau yang diletakkan di tempat yang gelap. Itu dikarenakan pengaruh intensitas cahaya yang mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau tersebut.
          
H.     Kesimpulan
     Setelah mengadakan pengamatan terhadap pertumbuhan tumbuhan ternyata, tumbuhan yang diletakkan pada tempat yang gelap akan lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan tumbuhan yang diletakkan di tempat yang terang. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh intensitas cahaya. Peristiwa ini disebut Etiolasi. Etiolasi disebabkan pengaruh hormon auksin terhadap cahaya matahari. Hormon auksin adalah zat tumbuh pada tanaman yang berada di setiap jaringan meristem. Hormon ini bekerja jika intensitas cahaya matahari rendah sehingga mempercepat proses pertumbuhan.





2 komentar:

hul panawadi mengatakan...

hm,,, bagus jg :D

Mboot mengatakan...

:)

Poskan Komentar